Tahap ini menjelaskan mekanisme pembentukan MK berdasarkan CPL, BK, dan penetapan bobot SKSnya. Tahap ini dilakukan untuk memilih beberapa butir CPL yang sesuai sebagai dasar pembentukan MK, diupayakan bahwa setiap MK mengandung unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pembentukan MK juga dipetakan dengan BK. Setiap CPL mengandung BK yang akan digunakan untuk membentuk MK. Penentuan bobot SKS dilakukan berdasarkan kedalaman dan keluasan materi (banyak nya BK yang terdapat dalam MK).
7.1. Pemetaan CPL terhadap MK
Pemetaan CPL terhadap MK dilakukan untuk menunjukkan keterhubungan antara mata kuliah terhadap CPL Program Studi seperti pada Tabel VII-1. Program Studi diwajibkan melakukan pemetaan seluruh MK dan CPL yang telah ditetapkan Program Studi, termasuk CPL aspek sikap dan keterampilan umum. Pada proses pemetaannya memungkinkan 1 (satu) MK memiliki lebih dari 1 (satu) CPL, begitu pula sebaliknya.
Pada halaman berikut adalah pemetaan CPL terhadap MK program studi Informatika Institut Mahardika yang dapat dilihat pada tabel Tabel 7‑1 :
Tabel 7‑1 Pemetaan CPL terhadap MK Prodi Informatika
7.2. Pemetaan BK– CPL – MK
Setelah penentuan CPL dan MK, selanjutnya dibuat pemetaan antara BK dengan CPL dan MK. Pemetaan ini untuk menunjukkan keterkaitan antara BK, CPL, dan MK. Pemetaan BK-CPL-MK dibuat berdasarkan buku panduan Kurikulum OBE INFOKOM 2022. Pengisian MK pada matrik dilakukan dengan melihat keterkaitan MK dengan BK, lalu melihat keterkaitan MK tersebut dengan CPL. Hasil pemetaan BK dengan CPL dan MK dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pada proses pemetaan memungkinkan 1 (satu) CPL memiliki lebih dari 1 (satu) BK dan MK begitupun sebaliknya. Berikut ini adalah pemetaan bahan Kajian terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan dan Mata Kuliahnya yang dapat dilihat pada Tabel 7‑2:
7‑2 Bahan Kajian-CPL-Mata Kuliah Prodi Informatika 7.3. Susunan Mata Kuliah dan Bobot SKS
Program Studi Informatika Institut Mahardika mengevaluasi dan menentukan bobot SKS untuk setiap MK yang telah ditentukan. Besarnya bobot SKS suatu MK dimaknai sebagai waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk dapat memiliki kemampuan yang dirumuskan dalam sebuah MK tersebut [6]. Program Studi menentukan bobot SKS berdasarkan tingkat kemampuan yang harus dicapai sesuai CPL yang dibebankan pada MK yang direpresentasikan dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Pembobotan SKS ini merujuk pada landscape of computing knowledge (ACM-CC2020). Struktur MK wajib dan Bobot SKS Prodi Informatika Institut Mahardika dapat dilihat pada Tabel 7‑3
Tabel 7‑3 Susunan Mata Kuliah dan Bobot SKS Prodi Informatika